PLTN : Banyak Memberikan Manfaat atau Mudharat?
Banyak terjadi kontroversi mengenai pembangunan PLTN. Seperti dalam berita dengan judul: Keamanan PLTN Masih Diragukan (Kompas, 21 Juni 2007), beberapa pihak masih tidak setuju terkait pembangunan PLTN. Dalam diskusi “Pembangunan PLTN Muria: Memberikan Manfaat atau Mudharat?”, muncul pula kontroversi mengenai PLTN. Namun, pihak-pihak dari Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional) menyatakan bahwa PLTN aman.
Sebenarnya, pihak penentang dalam kasus ini berpendapat sederhana. Pihak penentang mengatakan bahwa mengelola kereta api, bus, pesawat terbang, dan kapal laut saja kita belum mampu, apalagi PLTN yang menggunakan tenaga Nuklir. Kenyataannya banyak kecelakaan terjadi karena kita masih ceroboh dalam mengelola fasilitas-fasilitas itu. Coba bayangkan apa yang terjadi jika timbul kecerobohan dalam pengerjaan PLTN. Berapa ratus bahkan berapa ribu orang lagi harus menjadi korban? Apakah ada jaminan para pegawai PLTN tidak akan ceroboh dalam tugasnya? Dalam pengelolaan fasilitas-fasilitas lain (non PLTN) saja selama ini masih banyak ditemukan kecerobohan-kecerobohan yang berakibat kecelakaan.
Beberapa pihak tidak menyetujuinya kebanyakan karena mereka tidak merasakan manfaat dari pembangunan PLTN. Warga Muria, contohnya, cenderung tidak setuju terhadap pembangunan PLTN karena mereka merasa bahwa mudharatnya cenderung lebih banyak dibanding manfaatnya. Semua itu dikarenakan warga Muria tidak menghadapi risiko pemadaman listrik secara berkala sehingga manfaat penambahan listrik dari PLTN tidaklah terlalu besar. Berbeda jika PLTN dibangun di daerah seperti Papua yang sering mengalami gangguan pemadaman listrik. Bagi penduduk Papua, mungkin pembangunan PLTN lebih banyak memberikan manfaat dibanding mudharatnya. Karena itulah, risiko pembangunan PLTN mereka terima, termasuk jika daerah mereka menjadi tempat pembuangan limbah nuklir.
Bagi sebagian besar orang, PLTN memberikan mudharat karena manfaatnya (yang tidak terlalu besar) tak sebanding dengan kemungkinan kecelakaan yang besar akibat kecerobohan pekerjanya. Itu semua dikarenakan kebutuhan akan listrik di daerah mereka sudah tercukupi. Maka dari itu, seharusnya pembangunan PLTN lebih dipusatkan di daerah-daerah yang kekurangan listrik seperti Papua karena mereka lebih membutuhkannya.

0 komentar:
Poskan Komentar