Arsip Blog

25 Februari 2010

JUST A DREAM

Just this time
I will wake up
Then, I save this memory
In my heart
And fill a bucket
Full of dream, full of hope
And it’s just a dream, just a hope
For now and forever
Or may be for nothing…

04 Februari 2010

KRITIK SASTRA

BUNGLON
Melayang gagah, meluncur rampis,
Menentang tenang, alam samadi,
Tiada sadar marabahaya;
Alam semesta memberi senjata.

Selayang terbang ke rumpun bambu,
Pindah meluncur ke padi masak
Bermain mesra di balik dahan.
Tiada satu dapat menunggu.
Akh, sungguh puas berwarna aneka,
Gampang menyamar mudah menjelma,
Asalkan diri menurut suasana.
O, Tuhanku, biarkan daku hidup sengsara,
Biar lahirku diancam derita,
Tidak daku sudi serupa.

Gema Tanah Air, H. B. Jassin

       Dalam puisi di atas, dapat dilihat bahwa penulis menggambarkan dirinya sebagai bunglon yang dapat berganti warna kulit sesuai tempatnya. Bunglon di puisi ini melambangkan orang yang berpihak ke sana-sini. Tapi pada bait terakhir penyair menunjukkan kekhilafannya. Penyair sadar bahwa sifat seperti bunglon itu tidaklah sesuai keinginannya.
      Dilihat dari diksinya, puisi ini cukup menggambarkan sifat manusia yang seperti bunglon, berpihak kesana-sini. Namun, terdapat kata-kata yang sukar dimengerti oleh orang awam, seperti rampis dan samadi (bait pertama). Dalam bait pertama dan kedua digunakan juga kalimat-kalimat yang sukar dipahami. Penggambaran bunglon sebagai perlambang orang yang suka berpihak ke sana-sini baru bisa tersampaikan dengan baik pada baris kertiga. Penggambaran yang jelas mengenai sifat bunglon agak kurang pada bait-bait lainnya.
      Metafor yang digunakan pada puisi tersebut, yaitu bunglon sebagai simbol orang yang suka berpihak kesana-sini tepat sekali karena memang bunglon bisa menyesuaikan diri dengan sekitarnya dengan cara mengganti warna kulitnya.
      Puisi ini sebenarnya sudah cukup menyampaikan maksud dari penyair tersebut. Meski ditemukan beberapa kalimat dan kata-kata yang sukar dimengerti, tapi secara keseluruhan puisi ini maknanya sudah bisa tersampaikan dengan baik.

Kru Bajak Laut Topi Jerami

Tokoh Utama yang bercita-cita menjadi raja bajak laut setelah Shank si rambut merah singgah di pulau kelahirannya, Fusha, ia diberikan topi jerami olehnya sehingga kelak ia harus mengembalikannya jika bertemu lagi. Topi jerami inilah yang kemudian menjadi ciri khasnya. Pemakan buah gomu-gomu, dapat membuat seluruh anggota tubuhnya melar seperti karet, tidak tertembus peluru dan anti listrik, tetapi sangat lemah terhadap senjata tajam.

Seorang samurai beraliran 3 pedang (santoryuu) yang bercita-cita menjadi pendekar pedang terhebat dengan mengalahkan Juraquile Mihawk salah satu shicibukai dan merupakan pendekar pedang nomor satu.

Navigator handal yang mampu merasakan perubahan cuaca dengan tubuhnya, ia juga merupakan pencuri walaupun setelah bergabung dengan Luffy kemampuan ini masih sering digunakan. Bercita-cita menggambar peta dunia. Nami juga dapat bertarung menggunakan Perfect Clima Tact (Perfect Weather Staff) buatan Usopp.

Penembak jitu di kelompok bajak laut topi jerami. Bercita-cita menjadi pendekar pemberani di seluruh lautan dan ingin pergi ke Pulau Elbaf. Ayahnya, Yasopp, adalah seorang penembak jitu di Kelompok Bajak Laut Shanks. Sangat suka berbohong, dan bercerita yang tinggi-tinggi.

Koki yang bercita-cita menemukan lautan legendaris di mana semua sumber bahan makanan berasal, All Blue. Ia juga merupakan murid dari Zeff si Kaki Merah, koki handal dari Restoran Baratie yang dulunya bajak laut. Sanji menggunakan kedua kakinya untuk bertarung dan tidak pernah menggunakan tangannya karena menurutnya,tangan adalah harta karun bagi seorang koki.

Dokter yang berwujud rusa kutub super yang memppunyai tujuh wujud perubahan berhidung biru yang mengemban keinginan dari dokter terhebat di dunia dokter Hiluluk, yang bercita-cita menyembuhkan segala penyakit yang ada di dunia. Dia pemakan buah hito-hito sehingga dapat berbicara layaknya manusia. Chopper menggunakan rumble ball ketika bertarung.

Arkeolog satu-satunya di dunia yang tersisa dari Pulau Ohara yang meneliti asal usul penyandang inisial D melalui Poneglyph yang mungungkapkan kejadian yang sebenarnya pada sejarah 100 tahun yang hilang. Merupakan buruan paling dicari oleh pihak pemerintah dunia karena dianggap sebagai iblis yang dapat mengacaukan perdamaian dunia. Hal ini dibuktikan dengan nilai buruan pada saat umurnya 8 tahun sangat tinggi. Pemakan buah hana-hana sehingga dapat menggandakan anggota tubuhnya dimana saja (tetapi lebih sering menggandakan tangannya.

Cyborg sekaligus Tukang kayu yang bercita-cita membangun kapal impian, kapal yang mampu mengarungi seluruh lautan seperti kapal Raja Bajak Laut Gold D. Roger, Oro Jackson. Ia juga mengemban cita-cita dari Tom si pembuat kapal terhebat. Franky bertarung dengan menggunakan senjata yang tersembunyi di seluruh tubuhnya.

Manusia tengkorak berambut afro dan juga seorang Pemusik yang direkrut setelah peristiwa Thriller Bark. Dia merupakan bajak laut yang berjanji pada seekor paus yang bernama Laboon dan bercita-cita untuk meneruskan perjalanan hingga Rafftell,pulau ujung dunia dan berjanji akan kembali lagi menemuiLaboon. Bertarung dengan menggunakan pedang dan biolanya. Pemakan buah Yomi-Yomi yang artinya hidup kembali. Sebenarnya dia sudah lama meninggal, tetapi karena kekuatan buah iblis ini arwahnya kembali dan menemukan jasadnya yang telah tinggal tulang belulang.

Sumber : Wikipedia.com

03 Februari 2010

PLTN : Banyak Memberikan Manfaat atau Mudharat?

Banyak terjadi kontroversi mengenai pembangunan PLTN. Seperti dalam berita dengan judul: Keamanan PLTN Masih Diragukan (Kompas, 21 Juni 2007), beberapa pihak masih tidak setuju terkait pembangunan PLTN. Dalam diskusi “Pembangunan PLTN Muria: Memberikan Manfaat atau Mudharat?”, muncul pula kontroversi mengenai PLTN. Namun, pihak-pihak dari Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional) menyatakan bahwa PLTN aman.

Sebenarnya, pihak penentang dalam kasus ini berpendapat sederhana. Pihak penentang mengatakan bahwa mengelola kereta api, bus, pesawat terbang, dan kapal laut saja kita belum mampu, apalagi PLTN yang menggunakan tenaga Nuklir. Kenyataannya banyak kecelakaan terjadi karena kita masih ceroboh dalam mengelola fasilitas-fasilitas itu. Coba bayangkan apa yang terjadi jika timbul kecerobohan dalam pengerjaan PLTN. Berapa ratus bahkan berapa ribu orang lagi harus menjadi korban? Apakah ada jaminan para pegawai PLTN tidak akan ceroboh dalam tugasnya? Dalam pengelolaan fasilitas-fasilitas lain (non PLTN) saja selama ini masih banyak ditemukan kecerobohan-kecerobohan yang berakibat kecelakaan.

Beberapa pihak tidak menyetujuinya kebanyakan karena mereka tidak merasakan manfaat dari pembangunan PLTN. Warga Muria, contohnya, cenderung tidak setuju terhadap pembangunan PLTN karena mereka merasa bahwa mudharatnya cenderung lebih banyak dibanding manfaatnya. Semua itu dikarenakan warga Muria tidak menghadapi risiko pemadaman listrik secara berkala sehingga manfaat penambahan listrik dari PLTN tidaklah terlalu besar. Berbeda jika PLTN dibangun di daerah seperti Papua yang sering mengalami gangguan pemadaman listrik. Bagi penduduk Papua, mungkin pembangunan PLTN lebih banyak memberikan manfaat dibanding mudharatnya. Karena itulah, risiko pembangunan PLTN mereka terima, termasuk jika daerah mereka menjadi tempat pembuangan limbah nuklir.

Bagi sebagian besar orang, PLTN memberikan mudharat karena manfaatnya (yang tidak terlalu besar) tak sebanding dengan kemungkinan kecelakaan yang besar akibat kecerobohan pekerjanya. Itu semua dikarenakan kebutuhan akan listrik di daerah mereka sudah tercukupi. Maka dari itu, seharusnya pembangunan PLTN lebih dipusatkan di daerah-daerah yang kekurangan listrik seperti Papua karena mereka lebih membutuhkannya.

Sumber: http://www.duniaesai.com/sains/sains26.html

13 Agustus 2009

JURNALISME

Jurnalisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia

Jurnalisme adalah bidang disiplin dalam mengumpulkan, memastikan, melaporkan, dan menganalisis informasi yang dikumpulkan mengenai kejadian sekarang, termasuk tren, masalah, dan tokoh. Orang yang mempraktekkan kegiatan jurnalistik disebut jurnalis atau wartawan.

Di Indonesia, istilah ini dulu dikenal dengan publisistik. Dua istilah ini tadinya biasa dipertukarkan, hanya berbeda asalnya. Beberapa kampus di Indonesia sempat menggunakannya karena berkiblat kepada Eropa. Seiring waktu, istilah jurnalistik muncul dari Amerika Serikat dan menggantikan publisistik dengan jurnalistik. Publisistik juga digunakan untuk membahas Ilmu Komunikasi.


By Animart